Skip navigation

Renungan dari Santapan Harian ini memberi warna dalam hari ku…hm,,,spertinya aku gambaran bangsa Israel yang tidak menaruh percaya penuh dalam menghadapi hari-hari di dalam Tuhan. Mengatakan percaya, namun tidak sepenuhnya percaya. Mengatakan yakin, tp ragu in isering datang. Hingga saat ini aku smakin menyadari akan pentingnya menaruh percaya penuh dlaam tangan Tuhan. Meskipun aku sering khawatir, sudah smestinya aku menaruh khawatir ku dalam tangan Yg berhak. Smoga hari-hariku ke depan bs smakin menyadari akan kekuatan tangan Tuhan. Amin. Hayo hayo….. never give up!!!!!

======================================================================

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 23 April 2009
Ayat SH: Keluaran 17:1-7

Judul: Kekeringan Rohani

Mengapa Tuhan mengizinkan umat-Nya yang sedang berjalan di padang
gurun berulang kali mengalami kekurangan air (ayat 1-2, lih.
Kel. 15:23, Bil. 20:2)? Agar mereka belajar bersandar penuh
kepada Dia.

Sekali lagi kita melihat umat Tuhan yang bertingkah laku bukan
sebagai umat beriman. Wajar sekali bila orang mengalami kehausan
karena kekurangan air saat berada di padang gurun yang gersang.
Akan tetapi, bukankah mereka sudah beberapa kali melihat
bagaimana Tuhan menghantar mereka melewati padang kesulitan?
Bukankah mereka sudah mengalami sendiri bagaimana Tuhan
memelihara mereka dengan cara-Nya yang ajaib? Sayang sekali
mereka bebal. Perhatian mereka hanya tertuju pada penderitaan
yang akan mereka hadapi di padang gurun. Mereka tidak mau bila
kondisi di gurun jauh lebih buruk daripada kondisi mereka ketika
masih di Mesir. Di Mesir mereka dapat menikmati makanan secara
berkelimpahan. Celakanya mereka lupa bahwa di Mesir mereka tidak
merdeka karena secara fisik maupun mental, mereka adalah budak
dari Firaun. Di balik keluh kesah tentang kedahagaan jasmani,
sebenarnya mereka mengalami kedahagaan yang jauh lebih
mengerikan yaitu, kerohanian yang dahaga. Kekeringan rohani
membuat mereka tidak mampu melihat dan merasakan kehadiran Tuhan
yang seharusnya menyegarkan hidup.

Dunia sekarang ini adalah dunia dengan gejala kekeringan dan
kedahagaan rohani luar biasa. Buktinya adalah kebangkitan agama
dan aliran kepercayaan, maraknya tempat-tempat hiburan,
pengejaran terhadap status, kekayaan, dan kemewahan. Yang celaka
tentu kalau orang Kristen sendiri terjebak ke dalam situasi ini.
Sebagai anak-anak Tuhan, mari segarkan rohani kita dengan
mendekatkan diri kepada Dia lewat persekutuan yang intim dalam
firman dan doa. Jika berbagai tanda kekeringan rohani Anda
rasakan kini, akuilah kepada Tuhan. Jadikan ini sebagai
kesempatan untuk merasakan Tuhan memuaskan dahaga Anda.

e-SH versi web: http://www.sabda.org/publikasi/sh/2009/04/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Keluaran+17:1-7

Keluaran 17:1-7

1. Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang
gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat
persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka
di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa
itu.
2 Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka:
“Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum.” Tetapi
Musa berkata kepada mereka: “Mengapakah kamu bertengkar dengan
aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?”
3 Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah
bangsa itu kepada Musa dan berkata: “Mengapa pula engkau memimpin
kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan
ternak kami dengan kehausan?”
4 Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: “Apakah yang
akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan
melempari aku dengan batu!”
5 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Berjalanlah di depan bangsa
itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para
tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai
memukul sungai Nil dan pergilah.
6 Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu
di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya
akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum.” Demikianlah
diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.
7 Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang
Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai
TUHAN dengan mengatakan: “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau
tidak?”

e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Persekutuan Pembaca Alkitab
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-kan-akar-Santapan-Harian@hub.xc.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: